#5 Tentang Rasa: Apa yang Paling Menentukan Nyaman dalam Perjalanan
Apa yang paling menentukan nyaman dalam sebuah perjalanan?
Pertanyaan ini tiba-tiba mengusikku saat berada dalam perjalanan Medan-Parapat beberapa waktu lalu. Entah mengapa aku menemukan sesuatu yang belum pernah kurasakan dalam beberapa kali perjalananku menggunakan jasa kendaraan umum.
Tidak juga perjalananku dengan dia yang pernah mengisi hari-hariku beberapa tahun silam. Tapi ini sesuaru yang sungguh tak biasa.
Aku berfikir, apakah armada kendaraannya, atau fasilitas di dalamnya, atau faktor keamanan, atau supir yang handal, atau pemandangan di luar, atau teman yang duduk di sebelah kita.
Semua itu bisa jadi menentukan dalam sebuah perjalanan. Namun aku lebih sering melakukan perjalanan darat berjam-jam pada malam hari sehingga pemandangan di luar lebih sering tak terlihat. Armada bagus dan supir yang handal memang perlu, aku meletekkan keduanya di puncak syarat, tapi hanya sampai pada titik aman.
Aku masih berfikir, apa yang paling menentukan nyaman dari sebuah perjalanan?
Teman yang duduk disampingku? Aku memang kerap bepergian sendiri sehingga ada banyak orang yang pernah duduk di sampingku. Pada waktu-waktu tertentu- terutama saat berlibur -beberapa kali duduk dengan teman yang sudah aku kenal. Dan sensasi yang aku rasakan memang berbeda. Lantas itukah yang paling menentukan kenyamanan?
Aku teringat cerita yang disampaikan nenekku dulu. Cerita tentang pohon duit.
Syahdan, ada tiga keluarga yang masih satu keturunan hidup menjaga pohon bergantian. Ketiganya hidup kaya-raya, rukun dan bahagia.
Sampai pada satu kejadian saru keluarga mengklaim bahwa pohon itu miliknya dan ia melarang dua keluarga lainnya mendekati pohon itu.
Walau berat meninggalkan pohon yang memberi mereka banyak materi, dua keluarga yang diusir itu akhirnya menerima juga keputusan itu.
Hubungan ketiga keluarga itu memang semakin renggang.
Suatu akhir pekan, keluarga pemilik pohon duit melihat dua keluarga lainnya sedang pikinik di pinggir danau. Mereka terlihat bahagia dengan hidup mereka.
Anak-anak mereka kini semakin banyak dan tumbuh besar. Ada rindu yang tiba-tiba menyusup ke hati keluarga pohon. Rindu itu menghempaskannya pada kisah beberapa tahun lalu saat ketiga keluarga itu juga piknik bersama.
Dari cerita itu akau menyimpulkan, bahwa kehadiran makhluk dari spesies yang sama mampu meberikan kebahagiaan, ketenangan, dan kenyamanan.
Maka, teman yang duduk di samping kita adalah yang paling menentukan nyaman dalam sebuah perjalanan.
Seperti nyaman saat menghirup feromon dalam-dalam.

Comments