Millennials, Khalid's American Teen Is Our Hero (Album Review)

Sumber: RCA Records

Who said that millennial's music can not be so standout. Khalid is a prove that great musician can come out in anytime. Believe me, American Teen is one of the best album of 2017.

Location adalah lagu pertama Khalid yang saya dengar ketika 'ngebolang' di Pantai Natal, November tahun lalu. His soulfull voice dragged me to my uncle's era where hippies are the best. Tapi belum tahu siapa yang nyanyi dan judul lagunya apa. Dua bulan kemudian, saat tengah minum di Bedudal, Bukittinggi, lagu yang sama sedang diputar. Saya tanya pelayan judul lagunya dan dia bilang: Location.


Waktu itu (Januari 2017), albumnya belum keluar, namun ada beberapa lagu yang sudah rilis. Dan yang terbaru saat itu adalah Saved dengan dominansi lantunan akustik.

Location dan Saved terasa berelasi dengan keseharian generasi milenial yang semuanya dilakukan dengan ponsel dan internet. Kedekatan itu terasa menggelitik. Untung saja lagunya keren, jadinya kedekatan itu hanya menggelitik dan tak sampai membuat diri merasa hina.


Tak berselang lama, keluarlah Shot Down di awal Februari 2017. Dari lagu ini, I thought Khalid was a versatille artist. Shot Down keluar dengan alunan piano yang repetitif. Sederhana, tak berlebihan, namun terasa kuat. Saya sangat menantikan album Khalid waktu itu.

Doa terjawab ketika RCA Records, label Khalid mengumumkan bahwa Khalid akan merilis album American Teen pada 3 Maret 2017.

Dalam album itu ada 10 tambahan lagu dengan warna R&B. Taburan New Wave beat, dance music lembut yang euforik dan soulfull 80's pop vibe semakin memperkaya musikalitas album ini.

Sumber: RCA Records
Saya sebetulnya kaget ketika tahu fakta bahwa Khalid masih berumur 19 tahun. Dengan materi musik sedewasa ini, susah sebetulnya menerima kenyataan itu.

Pun, ketika memperhatikan lirik-lirik yang langsung to the point di album ini, sepintas terlihat begitu khas milenial dengan ragam isu remaja masa kini. Namun, liriknya juga begitu filosofis dan puitis.


Di lagu Angel, misalnya, Khalid memberi gambaran bahwa ia percaya bahwa orang-orang tercinta yang sudah meninggal masih hadir dan menjadi malaikat penjaga. Tapi, bisa jadi ini juga adalah ekspresi kelahiran barunya sebagai bintang.

Mungkin ada kaitannya dengan kematian ayahnya pada saat ia berusia tujuh tahun. Dalam wawancaranya dengan Rolling Stone, khalid mengakui bahwa kematian ayahnya membuatnya cepat memaknai hidup dan mengubahnya menjadi lebih cepat dewasa.

Di lagu Therapy, kualitas suara Khalid yang solid - walau tanpa tambahan teknik vokal yang rumit - terdengar kokoh. Keunikan itu juga terasa di nomor-nomor upbeat seperti Another Sad Love Song dan Keep Me.

The reckless Khalid akan ditemui pada Young Dumb & Broke yang mengingatkan pada Young Wild & Free-nya Wiz Khalifa, 8TEEN - which ask you to do all stupid sh*t that young kids do, dan juga Let's Go. Kita biarkan saja dedek Khalid bernakal-nakal ria di masa remajanya ini.

Sumber: RCA Records
But, once he talks about love and heartbreak, you would go insane. 'Coldblooded' gives you that vibe. 'Hopeless' comes with New Wave elements, a throwback to medio 70's and 80's. And the stunning 'Winter.'



Walau semua lagu vibe-nya sama. Tapi, apa yang salah dari menikmati satu jenis musik di satu album yang kaya musikalitas. Dari penyanyi muda yang menulis sendiri lagunya dan dengan kejernihan suara yang tak membuatmu minder bersenandung. To all the millennials out there, we've found our hero!

Let's take a look to my own American Teen chart:
1. Young Dumb & Broke
2. Location
3. Winter
4. Angels
5. Coaster
6. Saved
7. American Teen
8. Another Sad Love Song
9. Cold Blooded
10. 8TEEN
11. Shot Down
12. Keep Me
13. Therapy
14. Let's Go
15. Hopeless



Comments