Harus Bagaimana Lagi?
Saat malam yang menyiksa
Sering kuputar tentangmu yang terekam
Entah itu tawamu, lesung pipitmu, atau wajahmu yang memerah saat terpapar terik matahari
Karena hanya itu yang kupunya darimu
Atau saat aku tak ingin mengingatmu
Kau menyeruak dalam angin yang tak kuundang
Dalam nyanyian di radio
Dalam sebaris puisi di buku lapuk
Kau muncul dalam aroma pagi
Dalam semangkuk lontong dan sepotong roti
Harus bagaimana lagi agar kau mengerti?
Kuterabas bekunya pagi hanya untuk melihatmu sekilas dari kejauhan
Menantimu di sisi jalan
Jalan itu kau lewati
Tapi aku tak terlihat
Tak kau lihat
Aku transparan
Haruskah aku menyalak kuat?
Kukalahkan salak anjing paling kuat sekalipun
Haruskah aku menyimpan senja
Yang disulut singkat kemudian lenyap
Atau apa?
Haruskah aku...
Haruskah... aku... aku... tak tahu harus bagaimana lagi
Padamu rasa ini ingin berlabuh
Sebab ia menua diombang-ambing sepi
Hanya bila kau mau berhenti sebentar saat aku berdiri di sisi jalan
Dan akan kau lihat apa yang selama ini kau perlu
Bukan petualangan tak tentu
Ini sebuah petualangan tak terencana yang tentu
Hanya apabila kau mau menepi
Hingga aku tak perlu lagi mencari cara menujumu
Cukuplah mendambamu seluruh waktu
Dan mencintamu sepanjang hidup

Comments