Glenn Fredly Kalah Adu Rayu (Review Lagu Adu Rayu)

Sumber: Genius.com


Saya suka Adu Rayu. Liriknya, musiknya, suara Glenn Fredly dan Tulus. Tapi, "rasa" Glenn Fredly hilang di lagu ini.


Pertama kali melihat Adu Rayu di Youtube, saya sengaja tak langsung mengeklik musik videonya. Nama-nama beken di urusan lagu cinta tentu membuat napas seolah terhenti. Come on, they are Yovie Widianto, Glenn Fredly, and Tulus. Ketika ketiganya berkolaborasi tentu itu surga bagi telinga kita.

Tapi, setelah mendengarkan lagunya. Entahlah, enak tapi tidak sesuai dengan harapan saya, sih. Karena Adu Rayu ini seperti dibuat untuk Tulus seorang.

Memang lirik lagunya dibuat oleh Tulus dengan diksi-diksi khasnya: puitis, kata-kata yang tak jamak didengar di lagu nusantara. Mungkin ini membuat vibe dan nuansa bagian Glenn Friedly rasanya tidak sampai. Tak seperti lagu-lagu Glenn terdahulu.

Kalau dipikir-pikir lagi, sebetulnya lagu-lagu yang ditulis Glenn Fredly juga puitis. Walau dengan diksi-diksi yang tak ajaib. Semisal Kasih Putih (Kembali, 2000), Sekali Ini Saja (Selamat Pagi, Dunia, 2002), Nyali Terakhir (Lovevolution, 2010).

Lalu, apa yang membuat Glenn Fredly hilang rasa di lagu ini? Musiknya mungkin. Ini adalah proyek pertama Yovie Widianto setelah berpisah dari Yovie dan Nuno. Ini bukan kali pertama Yovie Widianto bekerja sama dengan Glenn. Apalagi Gleen pernah membuat konser tribute kepada Yovie Widianto tahun lalu (Konser Inspirasi Cinta).

Jadi, saya masih bingung mengapa di lagu Adu Rayu ini, Glenn itu tenggelam. Padahal tentu harapan saya kolaborasi ketiganya menghasilkan musik rasa surga seperti ketika Glenn berkolaborasi dengan Yura Yunita dalam Cinta dan Rahasia. Apalagi Tulus dan Yura Yunita adalah dua musisi yang mirip dalam memilih diksi lagu.

Kalau disuruh memilih siapa yang menang dalam Adu Rayu antara Tulus dan Glenn, menurut saya, dari segi rasa, Tulus mengungguli Glenn Fredly.

Kalau pendapat kamu bagaima? Let me know.



Comments