Lebaran Berbasa-Basi
![]() |
| Sumber: nu.or.id |
Ini soal berlebaran dan bagaimana merayakannya dalam gegap gempita
Saat malam lebaran alam raya jadi lebih indah
Mesjid melantunkan puja-puji dari corongnya
Namun, kalah seru dari kembang api yang berpijar-pijar
Menyusun beras zakat berplastik-plastik atau uang yang lebih praktis
Lalu berkeliling dan berkumpul bersama teman, meninggalkan rumah yang makin sesak dengan tetamu yang pulang kampung
Bersama teman-teman terdekat menuang kopi
Merayakan lebaran tanpa harus terlalu religi
Tenggelam dalam perayaan yang intim bersama orang yang tak suka polesan basi
Lalu pulang dan bersiap tidur
Tak lupa masuk ke daring dan ucapkan selamat pada semua
Bangun saat matahari masih malu-malu
Semangat mencicip lontong buatan ibu
Ibu sering buat sewaktu-waktu
Tetapi tiap lebaran sensasinya baru
Salat ke mesjid terburu-buru
Berkostum bak ke Met Gala macam pesohor itu
Pulang ke rumah bertemu keluarga
Bersalam-salam, bermaaf-maafan
Dengan keluarga inti rasanya haru
Tunggu dulu hingga muncul keluarga besar
Basa-basi dimulai dari situ
Menghindar tapi tak bisa
Menelan tanya yang terasa lancang diutarakan
Bersembunyi di balik remah-remah kue
Atau seruput sirup yang diperkeras tanda tak mau
Semakin dewasa lebaran rupanya tak sesederhana bersalaman dan makan nastar
Selain ia mahal, ia juga soal mencitra keturunan
Agar terlihat baik saja
Agar terlihat tak ada cela
Memilih berkumpul bersama keluarga yang sefrekuensi
Menertawai basa-basi yang basi tapi dimaklumi
Bertumpuk di sudut rumah merancang ke mana merayakan ini
Tetap di dalam
Atau keluar berseri-seri
Hingga lebaran tak berujung sekadar basa-basi

Comments